

Bulu sayap dan pundak B2 memiliki warna putih dan kuning bercampur, dengan ukuran 16 cm sampai dengan 20 cm. Bulu sayap B2 memiliki kelenturan yang sangat baik, tetapi memiliki warna yang terlihat kotor tidak seperti B1, sehingga shuttlecock akan terlihat tidak putih bersih dan daya tahan akan sedikit berkurang tetapi suara yang dihasilkan tetap sama seperti bulu sayap B1 dan bulu pundak B1
Shuttlecock yang digunakan oleh pemain profesional menggunakan bulu grade Top Quality B1 dan B2.
Pemain profesional memiliki power yang lebih kuat dan keterampilan permainan yang sangat baik, sehingga dibutuhkan shuttlecock yang memiliki kualitas terbaik.
Bulu entok memiliki batang yang lebih kuat di bandingkan bulu angsa, sehingga penggunaan bulu entok untuk pembuatan shuttlecock akan lebih kuat dan tidak mudah patah.
Bulu entok yang digunakan dalam pembuatan shuttlecock terdapat 3 jenis, yaitu : bulu lurus, bulu buntut, dan bulu melengkung
Ketiga jenis bulu entok tersebut akan memberikan hasil aerodinamis yang berbeda pada kok.
Dalam setiap doz, Anda akan mendapatkan beberapa jenis kualitas bulu dalam jumlah persentase berbeda.
Bulu lurus B1 memiliki kualitas yang lebih baik di bandingkan B2 karena menggunakan bulu ukuran 17cm sampai 20cm, contoh bulu B1 yang telah dijadikan shuttlecock seperti pada gambar berikut.
B1 memiliki bahan baku berkualitas tinggi sehingga daya tahan lebih kuat dan suara yang dikeluarkan terdengar lebih indah saat bermain bulutangkis
Bulu B2 Top Quality memiliki kualitas di bawah bulu B1 Top Quality. Bulu B2 menggunakan ukuran batang dari 14cm s/d 16cm.
Bulu B2 tidak menghasilkan suara seindah shuttlecock bulu B1 Top Quality.
Bulu buntut memiliki bulu yang lebih tebal di bandingkan bulu lurus. Bulu buntuk terdapat 2 type, yaitu single wings dan double wings.
Bulu melengkung memiliki kualitas yang sangat buruk. Oleh sebab itu dalam pembuatan shuttlecock, pengrajin menambahkan material pelastik pada ujung batang agar memudahkan ditancap ke dalam gabus (cork).